Daftar Isi
Pendahuluan
Dalam dunia jurnalistik, pertanyaan yang baik dan efektif adalah kunci untuk memperoleh informasi yang relevan dan mendalam. Salah satu metode yang digunakan oleh jurnalis dalam merumuskan pertanyaan yang efektif adalah menggunakan kerangka berpikir 5W 1H. Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh-contoh soal 5W 1H dalam bahasa Indonesia dengan gaya penulisan yang santai.
Apa Itu 5W 1H?
5W 1H adalah singkatan dari What, Who, When, Where, Why, dan How. Pertanyaan-pertanyaan ini membantu jurnalis untuk menggali informasi secara lengkap dan terperinci. Dengan memahami 5W 1H, jurnalis dapat menulis laporan yang informatif dan memuaskan kebutuhan pembaca.
What (Apa)
Pertanyaan “What” berkaitan dengan esensi dari suatu peristiwa atau topik. Dalam mengajukan pertanyaan “What”, jurnalis perlu memfokuskan pada substansi atau inti dari topik yang sedang dibahas. Pertanyaan ini membantu untuk menentukan tujuan dan ruang lingkup laporan jurnalistik.
Pertanyaan “What” seringkali digunakan untuk mengeksplorasi esensi suatu peristiwa atau fenomena. Misalnya, dalam konteks film, pertanyaan “Apa yang membuat film ini begitu populer?” dapat membantu jurnalis untuk mengidentifikasi faktor-faktor kesuksesan dari sebuah film.
Dalam merumuskan pertanyaan “What”, jurnalis juga perlu mempertimbangkan konteks dan latar belakang topik yang sedang dibahas. Misalnya, dalam konteks perubahan iklim, pertanyaan “Apa dampak dari perubahan iklim terhadap lingkungan?” dapat membantu jurnalis untuk menggali informasi tentang efek perubahan iklim terhadap ekosistem, cuaca, dan kehidupan manusia.
Pertanyaan “What” juga dapat digunakan untuk menentukan fokus utama dalam suatu rencana atau kebijakan. Misalnya, dalam konteks pembangunan kota, pertanyaan “Apa yang menjadi fokus utama dalam rencana pembangunan kota?” dapat membantu jurnalis untuk mengetahui prioritas dan tujuan dari rencana pembangunan tersebut.
Untuk mengeksplorasi perbedaan atau keunggulan suatu produk, pertanyaan “What” juga dapat digunakan. Misalnya, pertanyaan “Apa yang membedakan produk ini dari pesaingnya?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang fitur atau keunggulan produk yang ditawarkan.
Who (Siapa)
Pertanyaan “Who” berfokus pada orang atau kelompok yang terlibat dalam peristiwa atau topik yang sedang dibahas. Dalam mengajukan pertanyaan “Who”, jurnalis perlu mempertimbangkan berbagai pihak yang terlibat dan relevan dalam konteks topik yang sedang dibahas.
Pertanyaan “Who” dapat membantu jurnalis untuk menggali informasi tentang tanggung jawab, posisi, atau peran suatu individu atau kelompok dalam suatu peristiwa. Misalnya, dalam konteks kebijakan, pertanyaan “Siapa yang bertanggung jawab atas kebijakan ini?” dapat membantu jurnalis untuk mengetahui pihak yang memiliki otoritas atau kekuasaan dalam mengambil keputusan terkait kebijakan tersebut.
Dalam melaporkan suatu peristiwa atau konferensi, pertanyaan “Who” dapat digunakan untuk mengetahui siapa saja yang hadir atau terlibat dalam acara tersebut. Misalnya, pertanyaan “Siapa saja yang hadir dalam konferensi pers tersebut?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang tokoh-tokoh atau pihak-pihak yang hadir dalam konferensi pers tersebut.
Pertanyaan “Who” juga dapat digunakan untuk mengeksplorasi karakter atau tokoh dalam suatu karya sastra atau film. Misalnya, dalam konteks novel, pertanyaan “Siapa yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang karakter utama dan peran mereka dalam pengembangan cerita.
Untuk membahas kebijakan atau tunjangan yang berhubungan dengan individu atau kelompok tertentu, pertanyaan “Who” dapat membantu jurnalis untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan kebijakan atau tunjangan tersebut. Misalnya, pertanyaan “Siapa yang berhak mendapatkan tunjangan ini?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang kriteria atau syarat yang harus dipenuhi oleh individu atau kelompok untuk memperoleh tunjangan tersebut.
Untuk menggali informasi tentang kepemimpinan atau struktur organisasi suatu perusahaan atau lembaga, pertanyaan “Who” juga dapat digunakan. Misalnya, pertanyaan “Siapa yang memimpin perusahaan ini saat ini?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang pemimpin atau eksekutif yang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dan mengelola perusahaan.
When (Kapan)
Pertanyaan “When” menyoroti waktu atau periode terjadinya peristiwa atau topik. Dalam mengajukan pertanyaan “When”, jurnalis perlu mempertimbangkan konteks waktu yang relevan dengan peristiwa atau topik yang sedang dibahas.
Pertanyaan “When” dapat membantu jurnalis untuk mengetahui tanggal, waktu, atau periode terjadinya suatu peristiwa. Misalnya, dalam konteks festival musik, pertanyaan “Kapan festival musik ini akan digelar?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang tanggal dan waktu pelaksanaan festival musik tersebut.
Dalam melaporkan acara atau pameran seni, pertanyaan “When” dapat digunakan untuk mengetahui tanggal berakhirnya acara atau pameran tersebut. Misalnya, pertanyaan “Kapan pameran seni rupa ini akan berakhir?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang batas waktu terakhir untuk mengunjungi pameran seni rupa tersebut.
Pertanyaan “When” juga dapat digunakan untuk mengetahui tanggal atau periode terbitnya suatu buku atau karya sastra. Misalnya, pertanyaan “Kapan buku ini pertama kali diterbitkan?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi tentang sejarah penerbitan dan kelahiran suatu karya sastra.
Dalam melaporkan tentang film atau acara televisi, pertanyaan “When” dapat digunakan untuk mengetahui tanggal atau periode tayangnya. Misalnya, pertanyaan “Kapan film ini akan tayang di bioskop?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang tanggal dan waktu penayangan film tersebut.
Untuk melaporkan acara penghargaan atau konferensi, pertanyaan “When” dapat digunakan untuk mengetahui tanggal dan waktu pelaksanaan acara tersebut. Misalnya, pertanyaan “Kapan acara penghargaan ini akan diselenggarakan?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang tanggal dan waktu pelaksanaan acara tersebut.
Where (Dimana)
Pertanyaan “Where” menunjukkan lokasi atau tempat terjadinya peristiwa atau topik. Dalam mengajukan pertanyaan “Where”, jurnalis perlu mempertimbangkan konteks geografis atau tempat yang relevan dengan peristiwa atau topik yang sedang dibahas.
Pertanyaan “Where” dapat membantu jurnalis untuk mengetahui lokasi atau tempat diadakannya suatu konser musik, pertunjukan seni, atau acara lainnya. Misalnya, pertanyaan “Dimana konser musik ini akan diadakan?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi tentang lokasi atau tempat pelaksanaan konser musik tersebut.
Untuk memberikan rekomendasi tempat wisata alam atau lokasi menarik, pertanyaan “Where” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang lokasi terbaik dalam daerah tersebut. Misalnya, pertanyaan “Dimana lokasi terbaik untuk wisata alam di daerah ini?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan rekomendasi kepada pembaca tentang tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi dalam kegiatan wisata alam.
Dalam melaporkan tentang perusahaan atau organisasi, pertanyaan “Where” dapat digunakan untuk mengetahui lokasi kantor pusat atau cabang perusahaan tersebut. Misalnya, pertanyaan “Dimana kantor pusat perusahaan ini berada?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi tentang lokasi pusat pengambilan keputusan dan pengelolaan perusahaan tersebut.
Untuk melaporkan perjalanan atau rute suatu perjalanan, pertanyaan “Where” dapat digunakan untuk mengetahui titik awal atau tujuan dari perjalanan tersebut. Misalnya, pertanyaan “Dimana titik awal dari perjalanan ini?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi tentang rute perjalanan yang akan dilakukan.
Dalam konteks penjualan atau pelayanan konsumen, pertanyaan “Where” dapat digunakan untuk mengetahui tempat terdekat untuk membeli produk atau mendapatkan layanan. Misalnya, pertanyaan “Dimana tempat terdekat untuk membeli barang tersebut?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang lokasi-lokasi penjualan yang terdekat dan dapat diandalkan.
Why (Mengapa)
Pertanyaan “Why” mencoba untuk memahami alasan atau motif di balik peristiwa atau topik. Dalam mengajukan pertanyaan “Why”, jurnalis perlu melihat lebih dalam dan menganalisis faktor-faktor yang mendasari suatu peristiwa atau fenomena.
Pertanyaan “Why” dapat membantu jurnalis untuk menggali informasi tentang alasan di balik perubahan kebijakan atau keputusan. Misalnya, pertanyaan “Mengapa kebijakan ini diubah?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang faktor-faktor atau peristiwa-peristiwa tertentu yang mempengaruhi perubahan kebijakan tersebut.
Dalam konteks karya sastra atau seni, pertanyaan “Why” dapat digunakan untuk mengeksplorasi alasan penggunaan bahasa metaforis atau simbolik. Misalnya, pertanyaan “Mengapa penulis menggunakan bahasa metaforis dalam puisi ini?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan penulis dalam mengungkapkan makna melalui bahasa metaforis.
Pertanyaan “Why” juga dapat digunakan untuk mengeksplorasi perbedaan harga atau kualitas suatu produk dibandingkan dengan pesaingnya. Misalnya, pertanyaan “Mengapa produk ini lebih mahal daripada yang lain?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga atau kualitas produk tersebut.
Untuk melaporkan tentang demonstrasi atau protes, pertanyaan “Why” dapat digunakan untuk mengeksplorasi alasan atau motivasi di balik pelaksanaan aksi tersebut. Misalnya, pertanyaan “Mengapa demonstrasi ini diadakan?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan atau tuntutan dari aksi demonstrasi tersebut.
Pertanyaan “Why” juga dapat digunakan untuk membahas alasan di balik keputusan perusahaan untuk berekspansi ke pasar internasional. Misalnya, pertanyaan “Mengapa perusahaan ini memutuskan untuk berekspansi ke pasar internasional?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang strategi atau keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan dalam melakukan ekspansi tersebut.
How (Bagaimana)
Pertanyaan “How” berfokus pada proses atau cara terjadinya suatu peristiwa atau topik. Dalam mengajukan pertanyaan “How”, jurnalis perlu memahami langkah-langkah atau proses yang terlibat dalam suatu peristiwa atau topik.
Pertanyaan “How” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan pemahaman tentang cara kerja suatu mesin atau teknologi. Misalnya, pertanyaan “Bagaimana cara kerja mesin ini?” dapat membantu jurnalis untuk menjelaskan kepada pembaca tentang prinsip atau mekanisme yang terlibat dalam kerja mesin tersebut.
Dalam konteks proses pembuatan atau produksi, pertanyaan “How” dapat digunakan untuk mengetahui langkah-langkah atau metode yang digunakan dalam pembuatan suatu produk. Misalnya, pertanyaan “Bagaimana proses pembuatan kue ini?” dapat membantu jurnalis untuk menjelaskan kepada pembaca tentang langkah-langkah atau resep yang terlibat dalam pembuatan kue tersebut.
Pertanyaan “How” juga dapat digunakan untuk mengeksplorasi cara pengelolaan limbah atau keberlanjutan suatu perusahaan. Misalnya, pertanyaan “Bagaimana perusahaan ini mengelola limbahnya?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang praktik pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Dalam konteks penggunaan aplikasi atau teknologi, pertanyaan “How” dapat digunakan untuk mengetahui cara penggunaan atau fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut. Misalnya, pertanyaan “Bagaimana cara penggunaan aplikasi ini?” dapat membantu jurnalis untuk memberikan panduan atau petunjuk kepada pembaca tentang cara menggunakan aplikasi tersebut.
Untuk melaporkan tentang dampak suatu kebijakan atau peristiwa terhadap masyarakat, pertanyaan “How” dapat digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana peristiwa atau kebijakan tersebut mempengaruhi kehidupan sehari-hari atau situasi sosial. Misalnya, pertanyaan “Bagaimana dampak dari kebijakan ini terhadap masyarakat?” dapat membantu jurnalis untuk mendapatkan informasi tentang perubahan yang terjadi dan respons masyarakat terhadap kebijakan tersebut.
Kesimpulan
Dalam dunia jurnalistik, penggunaan 5W 1H sangat penting untuk merumuskan pertanyaan yang efektif dan menggali informasi yang relevan. Dengan menguasai kerangka berpikir ini, jurnalis dapat menulis laporan yang informatif dan memuaskan kebutuhan pembaca. Dalam artikel ini, kita telah melihat contoh-contoh soal 5W 1H dalam bahasa Indonesia dengan gaya penulisan yang santai. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para jurnalis dan penulis yang ingin mengasah kemampuan bertanya mereka.